Apa Itu Animasi Rotoscope?

Teknik Rotoscoping

Halo bagi kalian yang dari jurusan peranimasian atau kalian yang hanya iseng-iseng nyari tahu atau bagi kalian yang ingin mengerjakan tugas, pokoknya halooooo semua. Oke tudey mimin mau membahas mengenai rotoscope. Langusung aja yee~~~

Rotoscope ialah salah satu teknik pembuatan animasi yaitu dengan cara tracing atau menjiplak gerakan actor pada rekam film untuk menghasilkan aksi realistis , biasanya teknik ini digunakan untuk gerakan rumit yang jika harus dibayangkan secara langsung. Baik pemula maupun professional biasanya teknik ini sering digunakan untuk melakukan studi gerakan.

Dulu rotoscoping masih dilakukan dengan cara memproyeksikan film pada sebidang kaca dari belakang, animator pun menjiplak gambar frame demi frame pada kertas yang ditempel pada permukaan kaca tersebut agar menjadi sebuah gambar yang bergerak. Namun sekarang teknik rotoscoping dapat dilakukan secara digital dengan berbagai macam aplikasi.

Aplikasi yang digunakan dalam pembuatan animasi dengan teknik rotoscope antara lain

  • Adobe Photoshop
  • Adobe After Effect CS3
  • Blender
  • Silhouette FX
(Dan masih banyak lagi, semua aplikasi itu sama tergantung kreativitas kalian mengerjakan)

Max Fleischer menggunakan teknik rotoscoping ini pertama kali pada serial “Out of the Inkwell” pada tahun 1915-1928. Teknik ini pun dipatenkan oleh Fleischer studio.

Fleischer adalah seorang pelopor dalam pengembangan animasi kartun dan menjabat sebagai kepala Fleischer Studios. Dia membawa seperti karakter animasi seperti Betty Boop, Koko The Clown, superman dan Popeye, ke layar film dan bertanggung jawab untuk sejumlah inovasi teknologi.

Salah satu penggunaan klasik rotoscoping tradisional berada di film Star Wars tiga, di mana ia digunakan untuk menciptakan efek bercahaya lightsaber, dengan menciptakan matte berdasarkan tongkat yang dipegang oleh pelaku. Untuk mencapai hal ini, editor menelusuri garis atas setiap frame dengan crop, kemudian diperbesar setiap baris dan menambahkan cahaya tersebut.

Pada perkembangannya teknik rotoscope ini dikembangkan menjadi teknik bluescreen yang dikenal sekarang. Namun dalam beberapa kasus dimana terjadi ketidaksempurnaan teknik bluescreen, teknik rotoscope digunakan untuk menyempurnakannya.

Pasti banyak yang mengira bahwa membuat animasi dengan teknik rotoscoping ini curang? Ya kan? Tidak juga karena ada juga animasi yang hanya bisa dibuat dengan cara rotoscoping. Disney Studio bahkan juga menggunakan teknik ini pada pembuatan adegan tarian film legendaris “Snow White and Seven Dwarfs”.

Untuk masa ketika teknik animasi masih berkembang, teknik rotoscoping merupakan cara paling cepat bagi animator untuk mempelajari mekanisme tubuh bergerak. Dengan menggunakan teknik ini animator muda dapat lebih cepat memahami bagian-bagian tubuh yang bergerak saat melakukan suatu gerakan.

Hal penting saat melakukan rotoscoping adalah tetap memberikan sentuhan seni pada adegan yang dijiplak. Jadi aktor yang dirotoscope tidak serta-merta ditiru persis apa adanya. Lebih baik jika hanya gerakannya yang ditiru, namun penampilannya diganti dengan karakter yang kita rancang sendiri alias modifikasi sesuai kreatifitas kalian.

and yahhhh sekian dulu yaa dari mimin, bagi kalian yang baru belajar mengenai peranimasian, mungkin teknik ini bisa memudahkan kalian dalam belajarrr, okei babayyy bgst…. eh geengss maksudnya….